ASAP ROKOK SI BAJU KURUNG

ASAP ROKOK SI BAJU KURUNG

Selesai solat Jumaat

kukunjungi restoran di Sunway

Seorang perempuan Melayu tak kupanggil wanita

Berbaju kurung jingga berkembang bunga

Wajah ayu cantik mempersona

Namun sebatang rokok tersepit di bibirnya

Gemawan asap rokok terhembus bangga

Inikah tanda emasipasi mulia kaum hawa?

Lebih bersalahkah perempuan Melayu berbaju kurung

menghisap rokok di khalayak ramai daripada lelaki jantan perkasa

menghisap rokok mendukung anaknya?

Apakah aku adil menghukumnya?

Walaupun dengan lirik pandangan di sudut mata

Aku tak bisa panggilmu wanita, wahai perempuan

Tak sampai hati nak panggil perokok betina

Aku tidak suka menghina sesiapa

Apa pun gelaran perempuan atau betina

Kau pernah menjadi gadis, puteri dan wanita

Kau menolak gelaran semantik halus dan sopan

Memilih menjadi betina atau perempuan 

mangsa nikotin dikau jadi korbankesan sampingan pembangunan

Kau jadi perempuan bukan wanita santun

Penjunjung budaya pencermin bangsa

Apakah adil kupanggil kau perempuan?

Apakah ia emansipasi yang tersasar?

P

E

R

E

M

P

U

A

N

M

E

L

A

Y

U

Restoran jual rawon, Sunway City, 7.9.2007.

Satu Respons bagi “ASAP ROKOK SI BAJU KURUNG”

  1. amira Berkata:

    hehe …out of all bapak punya poem(tak bace semua lagi la)…
    ni lah satu-satunya yg amira senang faham…
    best gak…

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.